‘Cinta’ Tanpa Logika

22 Desember 2008 pukul 1:33 am | Ditulis dalam Seputar VMJ | 9 Komentar

loveheart

Cinta menuntut cemburu. Tanpa cemburu seakan cinta yang ada hanyalah OMDO. Lantaran cinta dan cemburu, seorang manusia tega membunuh wanita yang dicintainya. Sebagaimana sebuah kabar yang membuat saya takjub “mlongo”. Seorang mahasiwa membunuh pacarnya lantaran cemburu dan sakit hati. Karena cinta pula seorang manusia akan senantiasa awet muda, (baca : mati muda). Lantaran cinta pula asa cita-cita hanya sampai di penjara.

Sepenggal kisah yang mengajarkan tentang cinta salah jalan yang diperankan dengan sangat tragis oleh aktor mahasiswa, sebuah elemen masyarakat yang digadang-gadang memiliki tingkat intelektual yang tinggi sehingga mampu menggunakan akal warasnya ketika hendak melakukan sesuatu.

Tetapi ternyata sang pemain tidak lagi mengindahkan skenario dari Sang Sutradara Agung tentang jalan meretas asa cinta. Sang pemain lebih suka menggunakan skenario pilihannya sendiri, suka dan mencintai wanita yang cakep, (tanpa) melihat dari timbangan dien dan memilih menggunakan alur yang dituntunkan oleh Syetan dan Hawa Nafsunya.

Betapa banyak kalangan intelektual muda yang menggunakan akalnya hanya untuk urusan akademis, tetapi menggunakan hawa nafsunya ketika merambah dunia “cinta”. Memiliki pacar seakan manjadi komoditas yang sangat pantas disandang oleh intelektual muda tersebut. Bukan berarti mencintai harus dengan logika tanpa perasaan dan emosi, toh hakekatnya perasaan dan emosi terkadang tidak sejalan dengan akal sehat manusia. Jika perasaan dan emosi yang berbicara maka tertutuplah pancaran akal sehat manusia.

Jalan mencari dan menyalurkan hasrat cinta terkadang membawa manusia pada jalan berliku tanpa logika. Begitu pula ketika cinta diejawantahkan dengan jalan berdua-duaan dengan sang pacar, hingga terjadilah hal yang dikhawatirkan (baca perzinaan) atau hal-hal yang mendekatinya. begitu pula cerita pembunuhan lantaran berawal dari cinta. Maka dimanakah letak akal sehat intelektual muda yang didamba masyarakat secara umum?. Jika jalan meretas cinta lebih memilih tanpa logika dan mengekor nafsunya silahkan bersiap diri dengan memanen Cinta tanpa logika berbuah neraka

oleh

zons

Iklan

9 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ah tenane… ?
    😀

  2. JAzakumullah atas kunjungannya… semoga bermanfaat…

  3. tapi bagaimanapun juga, hal itulah yang merebak saat ini (cinta tanpa logika,abd.)

    itu berarti menjadi tugas kita untuk bisa meminimalisir jumlahnya..

  4. Apatah lagi soal cinta, bahkan ketika memutuskan untuk membeli sesuatu produk, faktor emosional lebih banyak berperan. Pertimbangan logika hanya untuk membenarkan keputusan yang diambil.

    Btw, judule mirip lagunya siapa gitu…

  5. @ Unee : waiyyakum kang Unee. doakan agar tetep eksis

    @ abdul Aziz : wah kru bolam dapaet tugas baru nich yee,… lets go !!

    @ afie : sinergi yang dibutuhkan antar logika dan emosi. betewe judul lagunya siapa yach?? kok ga mudeng..

  6. cinta itu spt flower di tanah gerang……..kau ada dsna sdng kelaparan kehausan….lalu kau melihatnya…….mk fkrkn……kau ingin memakannya untuk mengganjal perutmu yg lapar atau melindunginya…..pilihlah…..http://al-luthfi.blogspot.com/

  7. BAGI W DITINGGALKAN PACAR ITU SOAL BIASA KARENA MASIH BANYAK COWOK DI DUNIA INI, TAPI JIKA KITA BENAR MENCINTAINYA MUNGKIN KITA HARUS MEMPERTAHANKAN

  8. cinta ntu tak dpat di ungkapkan dngan kta-kata gombal,,,,, tpi cinta ntu bisa dirasakan dngan ketulusan kita mencintai seseorang,,,,,

  9. bleh tanya gag?

    tentang rumitnya Cinta…

    Cinta dua pilihan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: