Mahasiswa dan Idealisme Intelektual

24 Desember 2008 pukul 7:39 am | Ditulis dalam Balada Anak Kampus | 1 Komentar

mahasiswaDalam beberapa kesempatan, Mahasiswa mempunyai andil yang besar dalam menentukan arah kebijakan publik. Secara kasat mata, rezim Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun harus bertekuk lutut lantaran mahasiswa turun ke jalan. Begitu pula ketika UU BHP akan (dan telah) disahkan oleh DPR, mahasiswa pun tak kalah agresif dalam menolaknya. Kisah heroisme mahasiswa sebagai pengontrol kebijakan publik pastilah masih memiliki kisah yang cukup panjang untuk disimak.

Kiranya posisi Mahasiswa bagi kalangan masyarakat masih menjadi simbol intelektualitas muda yang diharapkan menjadi tulang punggung kehidupan masa depan. Terlebih lagi bagi kalangan Mahasiswa muslim yang dipundaknyalah risalah penegakan dienullah akan diembankan.

Pada banyak kesempatan penulis menjumpai mehasiswa yang telah kehilangan identitas intelektualitasnya. Salah satunya adalah budaya membaca dan menulis. Praktis, mahasiswa lebih berorientasi pada nilai mid semester ataupun ujian semester. Tugas menyusun makalah yang seharusnya dikerjakan dengan menggunakan telaah, hanya modal copy-paste dari teman kuliah atau dari artikel di internet tanpa telaah lebih jauh.

Terlebih lagi jika menilik kondisi mahasiswa di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia wabil khusus mahasiswa muslim. Berapa banyak diantara mereka yang ketika berbicara hanya asal ngomong tanpa didasari oleh rujukan yang jelas. Sehingga tak sulit menjumpai mahasiswa yang pandai ketika sambil memegang buku, ketika jauh dari buku tak ubahnya hanya sebuah parodi saja.

Begitu pula ketika dalam perbincangan dan ngerumpi keseharian sesama mahasiswa (dan sesama jurusan). Berapa banyak diantara mereka yang memperbincangkan tentang kuliah dan tugas-tugasnya. Kebanyakan pastilah akan memperbincangkan pasangan (baca : pacar), atau bagi yang masih jomblo akan memperbincangkan target operasi. Perbincangan tidak akan jauh dari cewek (bagi cowok) dan begitu pula sebaliknya. Ngerumpi masalah target penembakan memang lebh asyik dan menyenangkan daripada ngerumpi masalah kuliah yang dosennya killer, suka ngasih nilai pelit.

Memang terlalu przgmatis menjeneralisir, tetapi memang hanya sedikit mahasiswa yang membunyai konsep perubahan bagi kehidupan. Kiranya mampu dihitung dengan jari dalam satu jurusan, mahasiswa yang mempunyai konsep perubahan menjadi lebih Islami dan manusiawi dalam kehidupan.

Beberapa waktu lalu, penulis berbincang-bincang dengan seorang mahsiswa asal Jakarta yang menempuh jenjang kuliah di Semarang dan mengambil sebuah jurusan di Fakultas FISIP. Harapan awal begitu menggunung terkait idealisme sebuah komunitas dan iklim belajar yang kondusif. Tetapi ketika baru memasuki akhir semester pertama, ternyata sang mahasiswa begitu takjub mendapati realita yang sangat jauh dari persepsi awal yang ada dalam benaknya. Kondisi mahasiswa yang sangat hedonisme, jauh dari nilai-nilai Islami yang ada dalam benaknya. Harapan awal agar mampu menjadi Mahasiswa yang nyantri tinggallah harapan.

Begitu banyak tangan-tangan yang ikut ambil bagian dalam membentuk pribadi seorang mahasiswa. Akhirnya dengan sebuah asa tersisa dalam diri sanubarinya, sang mahasiswa tersebut berusaha semampunya membendung arus hedonisme dan individualime yang begitu menggurita bak cendawan di musim penghujan. Seorang diri yang mencurahkan tenaganya ibarat melawan arus yang tumbuh subur.

oleh

zonís

gambar dari sini

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Artikel yg sgt baik bwt perenungan dan motivasi qt sbg mahasiswa.
    Salut mas..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: